Posts

Showing posts from January, 2020

PULAU HANTU PART 13

Image
PART 13 Pagi telah tiba. Sinar matahari sudah berkilau menerobos jaring jendela tenda. Tidak ada suara yang terdengar. Sepertinya mereka semua masih tertidur pulas karena lelah berjalan dalam jarak yang cukup jauh tadi malam. Ataukah mungkin tadi malam mereka malah begadang sampai pagi? Entahlah, aku tidak tahu. Aku segera bangun, dan keluar dari tenda untuk membangunkan mereka semua. Karena hari ini kami harus kembali bergerak untuk mencari Abin yang masih belum ditmukan. Sesampainya aku di luar, aku sempat heran dan kaget. "Oh my god..." Aku mendesah dalam hati. Ternyata hari sudah siang. Aku salah mengira bahwa hari masih pagi. Saat itu jam sudah pukul 11 siang. Aku juga heran, karena tidak ada satupun temanku yang berada di sana. Kemanakah mereka pergi? Atau jangan-jangan mereka sudah pulang dan meninggalkan aku sendirian di sini? Begitulah pikirku separuh khawatir. Aku segera masuk ke dalam tenda Mela dan Raysa. Aku merasa lega karena saat itu mereka ber

PULAU HANTU PART 12

Image
PART 12 "ALDIII.. TOLONG AKU...!" Aku berteriak memanggil Aldi yang sepertinya sudah berada di mulut sumur. Dia segera menoleh ke arahku. Dan kemudian berlari menemuiku di belakang. "Ayo cepat! Tolong bantu angkat mereka ke atas! Ani berseru panik ke arah pak sopir dan kedua kru kapalnya. Sontak mereka segera bergerak. "Berapa..? Siapaa itu..?" Aku bertanya dengan nada panik kepada Aldi yang sedang membantuku berdiri. "Mela dan Raysa..." Kata Aldi "Ayo cepat.. bawa aku ke sana!" Aku memotong Aldi dengan nada yang separuh memekik. Aku tidak sabar. "Iyaaa... Iyaaa..." Aldi terburu-buru menjawabnya dan kemudian membawaku berlari ke sumur tersebut. Dan akhirnya akupun berhasil sampai di sana. Namun Ani malah menangis histeris. Saat itu juga perasaanku ini langsung bercampur baur antara senang dan khawatir. "Yaaa ampuuunnn... "MELAAA... RAYSAAA..... Nada suaraku putus-putus. "Apa yang terjadi pada kal

PULAU HANTU PART 11

Image
PART 11 Ani terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaanku. Begitupun dengan Aldi dan yang lain, tampaknya mereka semua juga sedang bersiap-siap untuk mendengarkan jawaban dari Ani. Tak lama setelah itu, tiba-tiba Ani menggelengkan kepalanya. "Entahlah... Aku tidak tahu. Pria itu tidak memberitahuku tentang hal tersebut" Ani memasang muka bingungnya. Dia benar-benar tidak tahu tentang hal tersebut. Kami semua langsung terdiam setelah mendengarnya. Kami merasa kecewa, karena pria misterius yang ada di dalam mimpi Ani itu belum sepenuhnya jujur kepada kami. "Nanti saja kita bahas masalah teman kalian yang itu, kita harus pergi secepatnya menuju sumur yang diceritakan Ani untuk menyelamatkan dua teman kalian yang berada di sana, mungkin mereka sedang butuh bantuan kita sekarang" Pak sopir kapal memberikan saran kepada kami. Benar juga kata beliau, daripada kami sibuk memikirkan masalah tersebut, lebih baik kami mulai bergerak untuk menyelamatkan yang ada

PULAU HANTU PART 10

Image
PART 10 Tiga orang yang dipukulnya itu mulai bangun dan berdiri kembali. Pak sopir masih terlihat sedikit menahan sakit, tangannya masih menatap wajahnya yang sedikit bengkak. Begitupun dengan dua orang kru kapal. Aldi benar-benar keterlaluan. Begitulah geming kesal ku dalam hati. "Maaf pak.. tadi aku benar-benar hilang kendali" Aldi menyesali perbuatannya. Dia sedikit mendayu kepada tiga orang tersebut untuk meminta maaf. Syukurlah mereka tidak mau memperpanjang urusan. Dan mereka mau memaafkan Aldi. "Iya, iya... Lain kali kau harus mengontrolnya" Begitu kata sopir tersebut. Beliau sudah terlihat baik kembali meskipun dalam kondisi pipi yang sedikit bengkak. Tiba-tiba Ani keluar dari tenda. Dia sudah bangun dari tidurnya. Sekarang dia dalam keadaan berjalan untuk menghampiri kami. "Sebenarnya, tadi aku ingin menanyakan sesuatu, akan tetapi kau malah memukulku" Pak sopir kapal itu sedikit kesal mengingat apa yang baru saja terjadi. "Aku

PULAU HANTU PART 9

Image
PART 9 "Makhluk apa yang menerormu, Ani?" Begitulah pertanyaan yang pertama keluar dari mulutku setelah sampai di sana. Aldi terlihat bersiap-siap menunggu penjelasan dari Ani. Ani terdiam sesaat dan kemudian mulai bercerita. "Makhluk itu besar sekali. Dia mirip sekali dengan orang besar yang mengejar kita malam kemarin di dekat pondok tua yang kita temukan di sekitar pantai" Ani berusaha membawaku kembali untuk mengingat kejadian yang terjadi pada malam kemarin. Tak butuh waktu lama, aku langsung teringat dengan kejadian yang mengerikan tersebut. "Lantas kenapa kau tiba-tiba bisa berada di dalam goa itu?" Aku kembali bertanya padanya. "Begini ceritanya" Ani menjawabnya dengan nada yang tenang dan pelan. "Goa itu adalah satu-satunya jalan agar aku bisa sampai ke belakang tebing sana. Karena menurut mimpiku, tempat tersebut berada di balik goa itu" Begitu terang Ani padaku dan Aldi. "Terus, apakah kamu berhasil m

PULAU HANTU PART 8

Image
PART 8 Kami duduk saling berdampingan di bawah salah satu pohon yang berukuran sedang. Aldi bercerita tentang banyak hal denganku. Mulai dari hal aneh yang kami dengar saat malam pertama waktu camping di pantai. Sampai pada malam kedua saat Abin tiba-tiba berlari ke dalam hutan seperti orang yang ketakutan. Dalam ceritanya itu, dia melihat begitu banyak keenehan yang terjadi selama dia berlari mengejar Abin di hutan hingga akhirnya dia tersesat dan kemudian terbangun di tepi sungai. Saat Aldi mendengar keributan di tepi pantai, dia mencoba mengintip dari sela-sela jendela tenda. Waktu itu Abin masih tertidur. Dia melihat ada orang yang sedang berdiri di dalam hutan, dan orang aneh tersebut melihat ke arah tenda mereka. Tak lama setelah itu, tiba-tiba Abin ngomong sendiri di sebelahnya. "Iya, iya. Saya akan melakukannya. Tapi tolong jangan sakiti aku dan teman-temanku" Abin berbicara dengan nada yang separuh memohon. Akan tetapi Aldi tidak menghiraukannya. Karena

PULAU HANTU PART 7

Image
PART 7 Jam sudah hampir pukul 6 pagi. Kami segera bergegas menyiapkan sarapan, rencananya setelah itu kami akan pergi mencari tempat bunga mawar yang di maksud di dalam mimpi Ani. Sekalian juga pergi mencari teman-teman kami yang sampai sekarang belum juga kembali. Matahari sudah terbit. Perlahan-lahan ia mulai bergerak pelan naik ke langit. Itu adalah hari yang ketiga kami berada di sana. Dalam pukul 7 pagi kami sudah mulai berjalan memasuki hutan. Sebelum berjalan lebih jauh ke dalam hutan, Aldi membawa kami ke tempat ia menemani Abin di malam itu. Kami menemukan sebuah sumur yang se ukuran 4 meter persegi. Sumur itu sudah semak di tumbuhi oleh rumput-rumput liar. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa di tempat itu ada sebuah sumur. Siapakah yang membuatnya? Begitulah pertanyaan yang muncul di dalam hatiku. Namun itu belum seberapa, ternyata ada yang lebih aneh dari hal tersebut. "Lihat itu! Ikan-ikannya mati semua" Aldi bahkan sampai mengangkat salah satu tu

PULAU HANTU PART 6

Image
PART 6 Malam semakin larut. Aku terbangun sekitar pukul 4 pagi. Saat itu kulihat Ani sudah duduk bersama Aldi di dalam tenda. Mereka sedang asyik mengobrol. Tema nya masih seputar cerita misteri. Tentang nasib teman kami yang hilang, dan mereka juga tak lupa mengaitk-ngaitkannya dengan mimpi buruk Ani. Aku segera bangun dan ikut bergabung setelah meneguk air putih dari dalam botol. "Ran, ayo duduk sini" Ani sedikit berseru memanggilku agar segera mendekat. Aku pun segera mendekat untuk menyelidik. "Aku mimpi buruk lagi" Ani mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Mukanya terlihat begitu serius menatapku. Aku masih diam bersiap-siap untuk mendengarkan kelanjutannya. "Aku di bawa oleh seorang lelaki yang berjubah putih. Laki-laki itu mengenakkan surban yang panjang. Dia membawaku berjalan ke dalam hutan. Kami melewati berbagai bentuk desa yang penduduknya terlihat menyeramkan. Mereka menggantungkan tulang-tulang binatang di luar halaman rumah merek

PULAU HANTU PART 5

Image
PART 5 Malam telah tiba. Setibanya di tenda, Aku dan Ani langsung bergegas memindahkan tenda dan barang-barang ke pinggir pantai. Kami tidak berani lagi mendirikan tenda di hutan tersebut. Aldi tidak memprotesnya. Dia juga turut membantu walaupun sebenarnya dia terlihat sedikit bingung. Setelah itu, Aldi kembali menceritakan keanehan yang dia alami semalam di hutan. "Sekitar 2 menit Abin masuk ke sana" Aldi mengarahkan jemarinya ke arah semak-semak. "Entah kenapa tiba-tiba aku melihat Abin berlari seperti orang yang ketakutan. Dia berlari sambil menoleh ke sana ke mari seakan tengah melihat ada sesuatu yang sedang mengejarnya. Saat ku panggil dia bahkan tak menoleh sedikitpun. Kemudian dia berlari jauh ke dalam hutan menembus gelap tanpa menggunakan lampu senter" Aldi duduk sambil menggerakkan tangannya menceritakan kejadian tersebut. "Melihat kejadian aneh tersebut, aku langsung memanggil kalian. Dan setelah itu aku segera berlari menyusulnya un